Circuit Switching  

Rabu, 16 Desember 2009

Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.

Untuk call setup dan pengendalian (dan keperluan administratif lainnya) dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan. ISDN adalah salah satu layanan yang menggunakan sebuah kanal pensinyalan terpisah. Plain Old Telephone Service (POTS) tidak memakai pendekatan ini.
Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.
Sistem telepon zaman dahulu merupakan contoh penggunaan circuit switching. Pelanggan meminta operator untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan lain, yang mungkin berada pada yang sama, atau melalui sebuah inter-exchange link dan operator lain. Dimanapun posisi para pelanggan ini, tetap terbentuk sebuah koneksi antar telepon kedua pelanggan selama hubungan telepon berlangsung. Kawat tembaga yang sedang digunakan untuk koneksi ini tidak dapat digunakan untuk hubungan telepon lain, walaupun para pelanggan ini tidak sedang berbicara dan jalur ini dalam kondisi tidak digunakan (silent).
Akhir-akhir ini sudah dapat dilakukan multiplexing terhadap berbagai koneksi yang terdapat pada sebuah konduktor, namun demikian tetap saja setiap kanal pada link yang mengalami multiplexing selalu berada pada salah satu dari dua kondisi ini : dedicated pada sebuah koneksi telepon, atau dalam keadaan idle. Circuit switching mungkin relatif tidak efisien karena kapasitas jaringan bisa dihabiskan pada koneksi yang sudah dibuat tapi tidak terus digunakan (walaupun hanya sebentar). Disisi lain, keuntungannya adalah cepatnya membuat koneksi baru, dan koneksi ini bisa digunakan dengan leluasa selama dibutuhkan.
Pendekatan lain adalah packet switching yang membagi data yang akan dikirimkan (misalnya, suara digital atau data komputer) menjadi kepingan-kepingan yang disebut paket, yang lalu dikirimkan melewati sebuah shared network. Jaringan packet switching tidak membutuhkan sebuah sirkuit khusus untuk melakukan koneksi. Dengan pendekatan ini banyak pasangan node dapat melakukan komunikasi yang hampir simultan pada kanal yang sama. Dengan tiadanya koneksi yang dedicated, masing-masing paket yang diberikan dilengkapi dengan alamat tujuan sehingga jaringan dapat mengirimkan paket tersebut ke tujuan yang diinginkan.

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Packet Switching  

Senin, 14 Desember 2009

Basis teknologi yang dipakai Internet, dimana data yang dikirim antar komputer dibentuk dalam packet. Packet switching ini merupakan suatu metode untuk mengirimkan informasi yang memisahkan pesan yang panjang ke dalam unit-unit kecil (paket) yang berukuran tetap. Paket tersebut bergerak melalui suatu jaringan pada sesuatu seperti sabuk penampung (conveyor belt), bercampur dengan paket berisi pesan dari pengirim lain. Paket tersebut kemudian dikirim ke alamat tujuan dan pesan yang lengkap disusun ulang ketika sema paket telah sampai. Packet switching memungkinkan sejumlah besar pemakai memakai bersama penghubung transmisi berkecepatan tinggi.

Sebuah metode yang digunakan untuk memindahkan data dalam jaringan internet. Dalam packet switching, seluruh paket data yang dikirim dari sebuah node akan dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap bagian memiliki keterangan mengenai asal dan tujuan dari paket data tersebut. Hal ini memungkinkan sejumlah besar potongan-potongan data dari berbagai sumber dikirimkan secara bersamaan melalui saluran yang sama, untuk kemudian diurutkan dan diarahkan ke rute yang berbeda melalui {[router}}. Standar utama untuk packet switching adalah X.25.
(http://www.total.or.id/info.php?kk=Packet%20switching)
Kelebihan dari paket Switching
· Jalur efisiensi yang lebih besar
o Jalur dari simpul ke simpul dibagi secara di manamik beberapa paket sepanjang waktu.
o Paket diantrikan dan ditransmisi secepat mungkin.
· Konversi rate data
o Setiap stasiun terhubung ke simpul lokal pada rate data yang sesuai.
o Simpul pengangga data di butuhkan untuk penyangga rate.
· Paket dapat diterima meskipun sedang sibuk
o Pengiriman dapat saja terlambat.
· Skala Prioritas dapat digunakan
__________________________________________________________________(Irvansyah)

Teknik Switching
· Stasiun pemecah pesan yang panjang dalam bentuk paket
· Paket dikirim segera ke jaringan
· Paket dikemas dalam 2 cara
o Datagram (sebuah paket data yang mengandung alamat terminal atau komputer yang dituju dan bersifat bebas/terpisah dari paket lain yang berkaitan dengan transaksi yang sama)
o Sirkuit Virtual
§ Rute sudah direncanakan dahulu, sebelum paket-paket dikirim.
§ Koneksi dibangun antara permintaan dan penerimaan.
§ Setiap paket mempunyai identifikasi sirkuit virtual sebagai alamat tujuan.
§ Setiap paket dapat mencari jalur sendiri.
__________________________________________________________________(Irvansyah)

Perbandingan Circuit Virtual dan Datagram
Circuit Virtual
Jaringan dapat melakukan deretan dan kontrol kesalahan.
· Paket diteruskan lebih cepat(tidak perlu jalur khusus).
· Kurang handal (Simpul mengalami kegagalan seluruh sirkuit virtual yang melintasi simpul bisa hilang).
Datagram
· Panggilan untuk setup fase dapat dihindari (lebih baik daripada paket-paket yang sedikit).
· Lebih Reksible (jika terjadi kegagalan paket berikutnya dapat menemukan rute pengganti).
Operasi Eksternal dan Internal Circuit Vitual dan Datagram
· Interfase antara stasiun dan simpul Orientasi koneksi
o Semua paket diidentifikasikan sebagai milik koneksi logik tertentu dan diberi nomor berurutan, sebagai layanan Eksternal Virtual Circuit, mis. X2G.
· Tanpa Koneksi
o Paket ditangani terpisah, sebagai layanan External Datagram, yang berbeda dengan operasi Internal diagram.

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

DTE  

Data Terminal Equipment (DTE)

Short for Data Terminal Equipment or Data Terminating Equipment . DTE is a computer or communication device that generates or is the final destination of data. Data singkat atau Data Terminal Equipment Mengakhiri Equipment. DTE adalah komputer atau perangkat komunikasi yang menghasilkan atau merupakan tujuan akhir data. A device that is labeled as a DTE device is a device that has all the implemented all the EIA232 standards and is commonly the computer or the terminal . Perangkat yang diberi label sebagai perangkat DTE adalah perangkat yang memiliki semua EIA232 dilaksanakan semua standar dan umumnya komputer atau terminal.

Data Terminal Equipment (DTE) is any equipment that is either a source or destination for digital data. Data Terminal Equipment (DTE) adalah setiap peralatan yang baik sumber atau tujuan untuk data digital. DTE do not generally communicate with each other to do so they need to use DCE to carry out the communication. DTE umumnya tidak berkomunikasi satu sama lain untuk melakukan hal itu mereka perlu menggunakan DCE untuk melaksanakan komunikasi. DTE does not need to know how data is sent or received; the communications details are left to the DCE. DTE tidak perlu tahu bagaimana data yang dikirim atau diterima; rincian komunikasi yang tersisa ke DCE. A typical example of DTE is a computer. Contoh tipikal DTE adalah komputer.
Other common DTE examples include: Contoh DTE umum lainnya meliputi:
· Printers Printers
· File and application servers File dan server aplikasi
· PCs PC
· Dumb Terminals Dumb Terminal
· Routers Routers

Data Terminal Equipment (DTE) mengacu pada node atau pengguna akhir perangkat di jaringan. DTE may serve as a data source, destination, or both, which provides for the data communication control function to be performed in accordance with link protocol. DTE dapat berfungsi sebagai sumber data, tujuan, atau keduanya, yang menyediakan komunikasi data bagi fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link. DTE connects to a data network through a DCE device and typically uses clocking signals generated by the DCE. DTE terhubung ke jaringan data melalui perangkat DCE dan biasanya menggunakan sinyal-sinyal clocking yang dihasilkan oleh DCE. DTE includes devices such as computers, protocol translators, and multiplexers. DTE termasuk perangkat seperti komputer, protokol penerjemah, dan multiplexer.
Dua jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE -DTE atau DCE-DCE. Such cases need crossover cables , such as for the Ethernet or null modem for RS-232 . Kasus-kasus seperti itu perlu kabel crossover, seperti untuk Ethernet atau modem null untuk RS-232.
A DTE is the functional unit of a data station that serves as a data source or a data sink and provides for the data communication control function to be performed in accordance with link protocol . Sebuah DTE adalah unit fungsional dari stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam dan menyediakan untuk komunikasi data fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link.
The data terminal equipment may be a single piece of equipment or an interconnected subsystem of multiple pieces of equipment that perform all the required functions necessary to permit users to communicate. Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potongan-potongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi. A user interacts with the DTE (eg through a human-machine interface ), or the DTE may be the user. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna.
Usually, the DTE device is the terminal (or a computer emulating a terminal), and the DCE is a modem . Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem.
DTE is usually a male connector and DCE is a female connector. DTE biasanya konektor laki-laki dan DCE adalah konektor perempuan.
A general rule is that DCE devices provide the clock signal (internal clocking) and the DTE device synchronizes on the provided clock (external clocking). D-sub connectors follow another rule for pin assignment . Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan.
· 25 pin DTE devices transmit on pin 2 and receive on pin 3. DTE 25 pin perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
· 25 pin DCE devices transmit on pin 3 and receive on pin 2. 25 pin DCE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
· 9 pin DTE devices transmit on pin 3 and receive on pin 2. 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
· 9 pin DCE devices transmit on pin 2 and receive on pin 3. 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
This term is also generally used in the Telco and CISCO equipment context to designate a device [ clarification needed ] unable to generate clock signals, hence a PC to PC Ethernet connection can also be called a DTE to DTE communication. Istilah ini juga umumnya digunakan dalam Telco dan Cisco peralatan konteks untuk menunjukkan suatu perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC Ethernet koneksi juga dapat disebut DTE DTE ke komunikasi. This communication is done via an Ethernet crossover cable as opposed to a PC to DCE (hub, switch, or bridge) communication which is done via an Ethernet straight cable. Komunikasi ini dilakukan melalui sebuah kabel "crossover Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.

DCE
Data Communications Equipment (DCE)

Data Communications Equipment (DCE) can be classified as equipment that transmits or receives analogue or digital signals through a network. Data Communications Equipment (DCE) dapat diklasifikasikan sebagai peralatan yang memancarkan atau menerima sinyal analog atau digital melalui jaringan. DCE works at the physical layer of the OSI model taking data generated by Data Terminal Equipment (DTE) and converting it into a signal that can then be transmitted over a communications link. DCE bekerja di lapisan fisik model OSI mengambil data yang dihasilkan oleh Data Terminal Equipment (DTE) dan mengubahnya menjadi sinyal yang kemudian dapat disalurkan ke sebuah link komunikasi. A common DCE example is a modem which works as a translator of digital and analogue signals. DCE contoh yang umum adalah modem yang bekerja sebagai penerjemah sinyal digital dan analog.
DCE may also be responsible for providing timing over a serial link. DCE mungkin juga bertanggung jawab untuk menyediakan waktu lebih dari link serial. In a complex network which uses directly connected routers to provide serial links, one serial interface of each connection must be configured with a clock rate to provide synchronisation. Dalam sebuah jaringan kompleks yang menggunakan router yang terhubung langsung menyediakan link serial, salah satu interface serial masing-masing sambungan harus dikonfigurasi dengan clock rate untuk menyediakan sinkronisasi.
Other common DCE examples include: Contoh DCE umum lainnya meliputi:
· ISDN adapters ISDN adapters
· Satellites (including base stations) Satelit (termasuk base station)
· Microwave stations Microwave stasiun
· NIC (network interface cards) NIC (kartu jaringan)
DCE is sometimes said to stand for Data Circuit-terminating Equipment . DCE kadang-kadang dikatakan untuk berdiri untuk Data Circuit-terminating Equipment.
1. Short for Data Communication Equipment or Data Circuit-terminating Equipment . DCE is a device such as dial-up modems that establish and control the data link via the telephone network. Pendek Alat Komunikasi Data atau Data Circuit-terminating Equipment. DCE adalah perangkat seperti dial-up modem yang membentuk dan mengontrol data link melalui jaringan telepon.
2. Short for Distributed Computing Environment , DCE is a standard developed by OSF for managing and controlling distributed computers. Singkat untuk Komputasi Terdistribusi Lingkungan, DCE adalah sebuah standar yang dikembangkan oleh OSF untuk mengelola dan mengendalikan komputer didistribusikan.


Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Laporan kegiatan OJT (On the Job Training) di Multi Plus  

Minggu, 05 April 2009



Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari pertama
di Multi Plus Dharmawangsa
Senin, 19 Januari 2009
• Menghilangkan virus-virus pada komputer Operator
• Mengubah file Ppt menjadi Pdf
• Belajar menggunakan mesin Fax & Foto copy
• Bersih-bersih


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-2
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 20 Januari 2009
• Memperbaiki PC Operator yang lambat
• Membantu Customer dalam mengUpload foto di Friendster
• Membantu Customer dalam mengirim email
• Belajar menggunakan jasa pengiriman
• Bersih-bersih


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-3
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 21 Januari 2009
• Jaga warnet
• Membersikan dan memperbaiki keyboard yang rusak
• Memperbaiki trobleshoting jaringan
• Bersih-bersih


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-4
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 22 Januari 2009
• Mengemailkan data-data customer
• Menngefax-email
• Mengeprint mengscaner
• Mengfoto copy
• Belajar membaca billing wartel
• Bersih-bersih



Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-5
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 23 januari 2009
• Membersihkan virus pada laptop Pak Farouq
• Mengetik
• Membuat brosur
• Jaga warnet
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-6
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 24 Januari 2009
• Saya tidak OJT dikarenakan SAKIT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-7
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 25 Januari 2009
• Jaga warnet
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-8
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 27 Januari 2009
• Mengeprint
• Memerbaiki trouble shoting jaringan pada PC cliient
• Menghilangkan virus
• Menginstal driver sound card
• Bersih-bersih








Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-9
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 28 Februari 2009
• Mengefax-email
• Mengeprint
• Mengscaner
• Jaga warnet
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-10
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 29 Januari 2009
• Mengfoto copy
• Mengeprint
• Jaga warnet
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-11
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 30 Januari 2009
• Mengefax-email
• Mengeprint
• Merapikan PC client
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-12
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 31 Januari 2009
• Mengeprint
• Mengfoto copy
• Mengefax-email
• Jaga warnet

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-13
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 1 Februari 2009
• SAKIT jadi tidak OJT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-14
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 3 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Mengfotocopy
• Membuat modul Microsoft Office 2003
• Mengeprint

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-15
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 4 Februari 2009
• Mengedit foto menggunakan Photo Line
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-16
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 5 Februari 2009
• Mengeprint
• Mengfoto copy
• Mengefax-email
• Membersihkan virus
• Memperbaiki printer ke Hitech bersama Mas Dani
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-17
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 6 Februari 2009
• Kehujan waktu perjalanan ke Multi Plus terus basah kuyub dan saya pulang, jadinya gak mesuj OJT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-18
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 7 Februari 2009
• Ada acara keluarga

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-19
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 8 Februari 2009
• Masih ada acara keluarga

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-20
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 10 Februari 2009
• Sakit perut

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-21
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 11 Februari 2009
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-22
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 12 Februari 2009
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Membuat modul Microsoft Office 2003 (excel)
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-23
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 13 Februari 2009
• Mengeprint berkas-berkas Pak Farouq
• Mengantarkan document Pak Farouq ke PT.SIER kepada Pak Gatot bersama Mas Ismail
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-24
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 14 Februari 2009
• SAKIT jadi tidak OJT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-25
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 15 Februari 2009
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-26
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 17 Februari 2009
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Membuat modul Microsoft Office 2003 (Word)
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-27
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 18 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Jaga warnet
• Mengeprint








Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-28
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 19 Februari 2009
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-29
di Multi Plus Dharmawangsa
jum’at, 20 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Membantu Pak Dwi mengetik
• Mengfoto copy
• Jaga warnet
• Mengeprint

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-30
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 21 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Membetulkan printer ke Hitech bersama Pak Muryani
• Mengfoto copy
• Jaga warnet

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-31
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 22 Februari 2009
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Bersih-bersih





Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-32
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 24 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Jaga warnet
• Mengeprint

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-33
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 25 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Membantu Pak Dwi mengoreksi hasil psiko tes
• Jaga warnet

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-34
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 26 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Jaga warnet
• Mengeprint

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-35
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 27 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengeprint







Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-36
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 28 Februari 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Jaga warnet
• Membantu Pak Dwi mengoreksi hasil psiko tes
• Ke SMP 1Candi

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-37
di Multi Plus Dharmawangsa
Senin, 2 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Membantu Pak Dwi mengoreksi hasil psiko tes
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-38
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 3 Maret 2009

• SAKIT, tidak OJT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-39
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 4 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy








Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-40
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 5 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Membantu Pak Dwi mengoreksi hasil psiko tes
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-41
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 6 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Membantu Pak Dwi mengoreksi hasil psiko tes

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-42
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 7 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Membantu Pak Dwi mengoreksi hasil psiko tes
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Mengscaner

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-43
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 8 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengeprint




Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-44
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 10 Maret 2009
• SAKIT, tidak bisa OJT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-45
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 11 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-46
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 12 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengefax-email
• Mengedit brosur dengan PhotoLine 32
• Mengeprint
• Jaga warnet
• Mengfoto copy


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-47
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 13 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengedit brosur dengan PhotoLine 32
• Mengeprint
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-48
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 14 Maret 2009
• SAKIT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-49
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 15 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-50
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 17 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengscaner
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-51
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 18 Maret 2009
• SAKIT, tidak OJT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-52
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis 19 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengefax-email
• Jaga warnet
• Mengfoto copy
• Mengeprint








Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-53
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 20 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Jaga warnet
• Menginstal ulang laptop Pak farouq
• Mengeprint
• Membantu Mbak Vivi mengoreksi hasil psiko tes
• Mengfoto copy


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-54
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 21 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-55
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 22 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengscaner
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-56
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 24 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Jaga warnet
• Mengfoto copy




Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-57
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 25 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengedit brosur
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-58
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 26 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengscaner
• Jaga warnet
• Mengfoto copy


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-59
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 27 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Mengedit brosur
• Jaga warnet


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-60
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 28 Maret 2009
• SAKIT, tidak OJT






Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-61
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 29 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-62
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 31 Maret 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Jaga warnet
• Mengfoto copy

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-63
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 1 April 2009
• SAKIT, tidak OJT

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-64
di Multi Plus Dharmawangsa
Kamis, 2 April 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-65
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 3 April 2009
• Bersih-bersih
• Mengetik (Word)
• Mengetik (Power Point)
• Jaga warnet


Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-66
di Multi Plus Dharmawangsa
Sabtu, 4 April 2009
• Bersih-bersih
• Mengetik (Power Point)
• mengeprint
• Jaga warnet

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-67
di Multi Plus Dharmawangsa
Minggu, 5 April 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Jaga warnet

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-68
di Multi Plus Dharmawangsa
Selasa, 7 April 2009
• Bersih-bersih
• Mengeprint
• Mengefax-email
• Mengedit foto
• Jaga warnet

Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-69
di Multi Plus Dharmawangsa
Rabu, 8 April 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Mengefax-email
• Jaga warnet







Laporan kegiatan (On the Job Training) pada hari ke-70
di Multi Plus Dharmawangsa
Jum’at, 10 April 2009
• Bersih-bersih
• Mengfoto copy
• Mengeprint
• Jaga warnet

Hari terakhir OJT (On the Job Training)


Read More..
AddThis Social Bookmark Button

iNstaLasi MikRotiK :  

Minggu, 18 Januari 2009

Mikrotik adalah salah satu distro linux yang dikhususkan untuk router dengan fitur - fitur yang cukup lengkap dan cukup mudah untuk di konfigurasi, Mikrotik Router dapat menjadi pilihan bagi para pemula yang ingin memperdalam ilmu networking.

Beberapa fitur - fitur yang disediakan Mikrotik antara lain NAT, VPN, Proxy, Hotspot, Bandwidth limiter, dll cukup lengkap untuk membangun sebuah router.

Kebutuhan spesifikasi hardware yang dibutuhkan Mikrotik tidaklah terlalu tinggi, kebetulan penulis menggunakan sebuah PC Pentium III dengan memory 128 Mb dan Hard Disk 10 Gb.

Satu hal yang perlu diperhatikan didalam proses instalasi Mikrotik adalah memastikan PC memiliki CD ROM karena proses instalasi akan dilakukan melalui CD dan PC memiliki minimal dua ethernet card.


Berikut tahapannya :

1. Silahkan Download CD Mikrotiknya di sini CD Mikrotik-2.9.27-cracked.iso
2. Seting bios agar PC boot pertama kali dari CD

3. Masukan CD Mikrotik

4. Restart PC

5. Bila proses boot melalui CD Mikrotik berhasil, biasanya pada monitor akan muncul
tulisan

ISOLINUX 2.08 xxxxx xxxxx xxxx
Loading linux.......
Loading initrd.rgz.....
.... dan seterusnya

6. Selanjutnya akan muncul menu pilihan paket instalasi

Welcome to Mikrotik Router Software Instalation
.... dan seterusnya

Berhubung penulis akan menggunakan Router Mikrotik ini untuk uji coba, maka
penulis memilih melakukan instalasi semua paket yang tersedia dengan cara menekan
a lalu menekan i untuk melanjutkan proses instalasi.

7. Kemudian akan muncul peringatan bahwa semua data dalam harddisk akan terhapus
bila melakukan proses instalasi.

Warning: all data on the disk will be erased!

Continue? [y/n]

Ketik y untuk melanjutkan proses instalasi.

8. Peringatan untuk tetap menggunakan konfigurasi lama.

Do you want to keep old configuration? [y/n]

ketik n karena kita akan meng-install fresh Mikrotik

9. Proses instalasi akan berlangsung beberapa menit, kurang lebih 10-15 menit. Bila
proses instalasi sudah selesai, akan muncul pemberitahuan :

Software installed.
Press ENTER to reboot

10.Keluar CD, kemudian tekan enter untuk reboot PC. Terkadang CD tidak bisa kita
keluarkan, mungkin karena CD masih di mount system, jangan panik, tekan saja
enter dan buru - buru mengeluarkan CD sebelum proses reboot berlangsung.

11.Ucapkan Alhamdhulilah...

dan, sekarang proses instalasinya sudah selesai.
ockE........




Read More..
AddThis Social Bookmark Button

PenGertian "SerVeR"  

Jumat, 09 Januari 2009

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.





Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya


membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.

Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.

Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.

Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.



Server adalah suatu komputer yang menjadi pengelola dan pusat bagi komputer lainnya. Oleh karena itu komputer server haruslah memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dari pada client-clientnya. Selain itu server memiliki macam-macam jenis, yaitu diantaranya :

1. Samba server
2. FTP server
3. DNS server
4. Web Server
5. Mail server
6. Proxy Server


1. Samba (server message block) adalah protokol file sharing dan printer sharing untuk menyaingi protokol yang telah ada yakni Novell’s IPX-based. SMB ini merupakan protokol file sharing dan printer sharing pertama yang dapat berjalan pada multi protokol: TCP/IP, NetBEUI, IPX/SPX. Dengan kata lain SMB server dapat menggantikan posisi Novell server tanpa harus merubah infrastruktur dari jaringan.

2. File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP.

Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.
FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.
FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.
Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :
• Untuk tujuan sharing data
• Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
• Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
• Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien

3. Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.

FUNGSI DNS

A. Kerangka Peraturan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.

B. Menyediakan keluwesan untuk kegagalan computer,Beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,Tiga belas server akar (root server)digunakan oleh seluruh dunia.

KEUNGGULAN DNS

1. DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP
2. DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin)
3. User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address

KEKURANGAN DNS

1. DNS tidak mudah untuk di implementasikan
2. Tidak konsisten
3. Tidak bias membuat banyak nama domain.

4. Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima
permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan
mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya
berbentuk dokumen HTML. Salah satu server web yang terkenal di linux adalah
Apache. Apache merupakan server web antar platform yang dapat berjalan di
beberapa platform seperti linux dan windows. Web Server juga merupakan
sebuah komputer yang menyediakan layanan untuk internet. Server disebut juga
dengan host. Agar anda dapat memasukkan web yang anda rancang ke dalam
internet, maka anda harus memiliki ruangan terlebih dahulu dalam internet,
dan ruangan ini disediakan oleh server.

5. Mail server digunakan untuk mentransfer e-mail pada jaringan TCP / IP atau bisa juga disebut sebagai Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa FTP.Mail server merupakan perangkat terpenting dalam pembuatan webmail yang menjadi tempat dari database mail dalam
jaringan untuk melakukan resource sharing, dan dapat dimanfaatkan untuk
memfasilitasi Perusahaan dalam pembuatan webmail. Dari banyaknya kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi email merupakan sarana yang cukup bermanfaat
di kalangan masyasrakat di seluruh dunia, dengan email kita dapat melakukan
interaksi dan pertukaran informasi satu sama lainnya. Disamping itu kita juga
memerlukan mail server yang dapat kita istilahkan sebagai kantor pos yang
mengatur proses pengiriman dan penerimaan pesan juga penyimpanan pesan yang
menggunakan sistem basis data.

6. Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet.

Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap dunia Internet untuk setiap komputer klien. Proxy server tidak terlihat oleh komputer klien: seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.

Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah "agen keamanan" untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall.


Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Modular Jack  

Modular Jack ialah satu soket yang digunakan untuk menyambungkan kabel rangkaian kepada dinding (Wall Face Plate Scheme).







Daripada

modular jack ini, kabel akan disambungkan mengikut warna yang telah ditetapkan. Sambungkan penghujung kabel kepada hub/switch.

By:http://www.sabah.gov.my/insan/ebook/cabling.htm

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

sErveR.......??????  

Selasa, 30 Desember 2008

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.

Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.

Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.

Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.

Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.


Read More..
AddThis Social Bookmark Button

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)  

Minggu, 30 November 2008


EIGRP (Enhanced Interior Gateway routing Protocol)

Adalah routing protocol yang dibuat CISCO (CISCO proprietary) yang menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL), dengan bertukar informasi "Hello packet" untuk memastikan keberadaan router yang ada di sekitarnya. Pada bandwidth yang besar (lebih dari 1.544 Mbps) router saling bertukar informasi setiap 5 detik, dan 60 detik pada bandwidth yang lebih rendah. Default Hold Time-nya adalah tiga kali nilai Hello Packet

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Border Gateway Protocol (BGP)......  

Border Gateway Protocol (BGP)

Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271. RFC 4276 menjelaskan implementasi report pada BGP-4, RFC 4277 menjelaskan hasil ujicoba penggunaan BGP-4. Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan

yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). Hal ini digambarkan sebagai sebuah protokol path vector. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan atau ruleset. BGP versi 4 masih digunakan hingga saat ini . BGP mendukung Class Inter-Domain Routing dan menggunakan route aggregation untuk mengurangi ukuran tabel routing. sejak tahun 1994, BGP-4 telah digunakan di internet. semua versi dibawahnya sudah tidak digunakan. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Exterior Gateway Protocol (EGP).....!!!!  

Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah sekarang lapuk routing protokol untuk Internet awalnya ditentukan pada tahun 1982 oleh Eric C. Rosen dari baut, dan Beranek Newman, dan David L. Mills. Ini pertama kali dijelaskan di RFC 827 dan resmi ditetapkan dalam RFC 904 (1984). EGP adalah reachability protokol sederhana, dan, tidak seperti jarak modern dan jalan-vector-vector protokol, sangat terbatas pada pohon-seperti topologies.

Pada awal hari dari Internet, sebuah gerbang luar protokol, EGP versi 3, digunakan untuk interkoneksi sistem otonom. EGP3 jangan sampai tertukar dengan EGPs pada umumnya. Saat ini, Batas Gateway Protocol (BGP) adalah standar untuk diterima Internet routing dan telah menggantikan dasarnya lebih terbatas EGP3.

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

!nt3L.......!!!??  

Jumat, 28 November 2008

Intel mulai terjun ke pasar SSD pada bulan September dengan produk SSD pertamanya X25-M 80GB yang berkinerja sangat tinggi, memiliki kecepatan read sebesar 250 MB/s dengan kekurangan satu-satunya berupa kecepatan write yang jauh lebih lambat 70 MB/s. Memang, tidak banyak yang dapat dilakukan Intel saat itu karena mereka menggunakan teknologi multi-level cell yang memiliki kekurangan tersebut.





Kali ini, Intel telah mengeluarkan sebuah produk SSD baru berbasis single level cell (SLC) yang tidak memiliki kekurangan tersebut. Produk X25-E Extreme ini memiliki


kecepatan read yang sama dengan pendahulunya, 250 MB/s dengan kecepatan write yang lebih dari dua kali lebih cepat dari sebelumnya yaitu 170 MB/s dan lifespan yang 10 kali lipat lebih baik, walaupun sebagai gantinya memiliki kapasitas penyimpanan yang jauh lebih kecil yaitu 32GB.

Seperti yang kita tahu, semua produk Intel yang menyandang julukan "Extreme" tidak dijual murah, selalu menawarkan kinerja ekstrim — SSD ini juga sama. X25-M 80GB saat ini dijual online seharga $621 atau $7,76 per Gigabyte sedangkan X25-E 32GB dijual seharga $719 atau $22,47 per Gigabyte. Penyimpanan berbasis SSD memang tidak murah, terlebih lagi SSD yang berbasis teknologi SLC.

TechReport memiliki ulasan lengkap tentang SSD terbaru dari Intel ini, termasuk puluhan benchmark untuk mengukur kinerja SSD baru ini

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Interior Gateway Protokol (IGP)  

Kamis, 27 November 2008

Sebuah interior gateway protokol (IGP) adalah routing protokol yang digunakan dalam suatu sistem otonom (AS).

Sebaliknya sebuah Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah untuk menentukan jaringan reachability antara sistem otonom dan menggunakan IGPs untuk menyelesaikan rute dalam sebuah AS.



Interior gateway protokol dapat dibagi menjadi dua kategori: 1) Jarak-vector routing protokol dan 2) Link-negara routing protokol.

Jenis Interior gateway protokol

Jarak-vector routing protokol

Mereka menggunakan raja-Ford algoritma untuk menghitung path. Jarak di-vector routing protokol setiap router tidak memiliki informasi lengkap tentang topologi jaringan. Ini iklan yang jauh dari orang lain dan menerima iklan yang sama dari orang lain. Menggunakan routing iklan ini setiap router populates dengan tabel routing. Pada siklus berikutnya iklan, sebuah router iklan informasi dari tabel routing. Proses ini terus berlanjut sampai tabel routing setiap router memusatkan untuk nilai stabil.

Beberapa protokol ini memiliki kelemahan lambat konvergensi, namun biasanya sederhana untuk menangani dan benar-benar cocok untuk digunakan kecil dengan jaringan. Beberapa contoh dari jarak-vector routing protokol adalah:
Informasi routing Protocol (RIP)
Interior gateway routing protokol (IGRP)
Peningkatan interior gateway routing protokol (EIGRP - Cisco milik)


Link-negara routing protokol

Dalam kasus negara-Link routing protokol, masing-masing node mempunyai informasi lengkap tentang topologi jaringan. Setiap node kemudian secara mandiri menghitung terbaik dari hop berikutnya untuk setiap kemungkinan tujuan di jaringan lokal menggunakan informasi dari topologi. Kumpulan terbaik berikutnya hops bentuk tabel routing untuk node.

Ini berbeda dengan jarak-vector routing protokol, yang bekerja dengan masing-masing node berbagi dengan tabel routing dengan tetangga. Di negara-link protokol, yang lulus hanya informasi antara node adalah informasi yang digunakan untuk membangun konektivitas peta.

Contoh Link-negara routing protokol adalah:
Buka singkat path pertama (OSPF)
Intermediate sistem untuk intermediate sistem (IS-IS)



Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Konfigurasi - RIP (Routing Information Protocol) pada router Cisco  

Berikut adalah cara konfigurasi RIP tersebut pada router A:




Router A> ena
Router A# config t
Router A(config)# router rip /*masuk ke konfigurasi RIP
Router A(config-router)# version 1

/*untuk menentukan versi berapa yang kita pakai (1 atau 2, defaultnya adalah 1), beda antara kedua versi tersebut bisa anda cari di google =P

Router A(config-router)# passive-interface fa 0/0

/*command ini agar jaringan yang terhubung ke local network melalui fast ethernet 0/0 tidak dikirimi update routing tabel, tujuannya adalah mengurangi load pada jaringan.

Router A(config-router)# network 192.168.1.0
Router A(config-router)# network 202.100.100.0

/*menginformasikan kepada router bahwa dia terhubung dengan jaringan-jaringan diatas.

Untuk konfigurasi pada Router B secara umum hampir sama, yang perlu kita ubah adalah informasi yang kita berikan kepada router B mengenai jaringan yang berada di sekitarnya (192.168.1.0 tidak terhubung ke Router B, melainkan 192.168.2.0).

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Cara install IOS Cisco Router  

Ketika PC anda terhubung ke port console router dan router sudah “ON”, mungkin anda memperoleh tampilan mode “ROMmon”. Mode tersebut digunakan untuk recovery dan diagnostik. Jika anda menjumpai “prompt” yang tidak semestinya, anda disarankan melakukan prosedur upgrade installation.

Pada ROMmon, cek dengan perintah “dir flash:” seperti dibawah ini:

rommon 1 >dir flash:
device does not contain a valid magic number
dir: cannot open device “flash:”
rommon 2 >

Pesan error ini muncul ketika Flash kosong atau filesystem rusak/corrupt. Anda dapat memasukkan IOS baru ke router pada mode ROMmon dengan perintah :

* xmodem— Jika komputer yang terhubung ke console mempunyai terminal emulator yang mempunyai kemampuan xmodem, seperti HyperTerminal.
* tftpdnld— Jika anda memiliki TFTP-server yang terhubung langsung ke port Ethernet 0.

Menggunakan perintah Xmodem

Xmodem dapat mentransfer data ke router melalui port console. Anda hanya bisa mendownload “files” ke router. Anda tidak bisa menggunakan xmodem untuk mengambil “files” dari router.

Sebagai contoh penggunaan xmodem untuk mendownload Cisco IOS software image ke dalam router Cisco 2620.

1. Jalankan program terminal emulator

Contoh ini menggunakan Windows HyperTerminal dengan konfigurasi 8-N-1 pada kecepatan/speed 9600 bps. Hubungkan serial port PC anda ke port console pada router. Ketika terhubung, anda akan mendapatkan tampilan prompt ROMmon (rommon 1>). Umumnya, jika IOS dan bootflash corrupt, tampilan akan masuk ke mode ROMmon. Jika IOS sebelumnya bermasalah dan tidak masuk ke ROMmon, anda dapat merubah configuration register untuk bisa masuk ke mode ROMmon, dari 0×2102 menjadi 0×0 (perintah show version), dengan cara sebagai berikut :

2620#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
2620(config)#con
2620(config)#conf
2620(config)#config−register 0×0
2620(config)#^Z
2620#
5d03h: %SYS−5−CONFIG_I: Configured from console by console
2620#
2620#reload

System configuration has been modified. Save? [yes/no]: n
Proceed with reload? [confirm]

5d03h: %SYS−5−RELOAD: Reload requested
System Bootstrap, Version 11.3(2)XA4, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 1999 by cisco Systems, Inc.
TAC:Home:SW:IOS:Specials for info
C2600 platform with 65536 Kbytes of main memory

rommon 1 >

2. Setelah masuk ROMmon, ubah “baud rate” console dari 9600 bps menjadi 115200 bps untuk mempercepat download. Gunakan perintah confreg dan ikuti petunjuk pada layar.

rommon 1 >confreg
Configuration Summary
enabled are:
break/abort has effect
console baud: 9600
boot: the ROM Monitor

do you wish to change the configuration? y/n [n]: y
enable “diagnostic mode”? y/n [n]:
enable “use net in IP bcast address”? y/n [n]:
enable “load rom after netboot fails”? y/n [n]:
enable “use all zero broadcast”? y/n [n]:
disable “break/abort has effect”? y/n [n]:
enable “ignore system config info”? y/n [n]:
change console baud rate? y/n [n]: y
enter rate: 0 = 9600, 1 = 4800, 2 = 1200, 3 = 2400
4 = 19200, 5 = 38400, 6 = 57600, 7 = 115200 [0]: 7
change the boot characteristics? y/n [n]:

Configuration Summary
enabled are:
break/abort has effect
console baud: 115200
boot: the ROM Monitor

do you wish to change the configuration? y/n [n]:
You must reset or power cycle for new config to take effect.

rommon 2 >

3. Masukkan perintah reset

rommon 2> reset

Ketika router boot up dan masuk ROMmon, HyperTerminal mulai menampilkan karakter aneh/huruf yg tidak dikenal. Anda harus tutup HyperTeminal dan buka kembali HyperTerminal dan ubah kecepatan data rate menjadi 115200 bps yang sesuai dengan kecepatan console pada langkah 2.

4. Sekarang anda siap untuk menjalankan perintah xmodem. Sebelum menjalankan perintah xmodem, pastikan bahwa anda mempunya IOS baru di PC anda.

rommon 2 > xmodem −c c2600−is−mz.122−10a.bin

Do not start the sending program yet…
File size Checksum File name
9939820 bytes (0×97ab6c) 0×4991 c2600−is−mz.122−7a.bin

Warning

Peringatan:
.
.

All existing data in bootflash will be lost!
Invoke this application only for disaster recovery. Do you wish to continue?
y/n [n]: y Ready to receive file c2600−is−mz.122−10a.bin …

5. Dari menu bar HyperTerminal, Pilih Transfer > Send File.. dan tentukan nama IOS/lokasi (dengan tombol “browse”) dan pilih “protocol xmodem” seperti pada langkah 3 dan 4 dan klik tombol Send untuk mulai mentransfer.

6. Saat transfer file sudah komplit, akan muncul pesan di router sebagai berikut :

Erasing flash at 0×60fc0000
program flash location 0×60990000

Download Complete!

Jangan lupa anda merubah kembali kecepatan console ke 9600 bps dan boot sequence ke default dengan cara men “set” configuration register ke 0×2102.

rommon 12 > confreg 0×2102
You must reset or power cycle for new config to take effect

rommon 2 >reset

System Bootstrap, Version 11.3(2)XA4, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 1999 by cisco Systems, Inc.
TAC:Home:SW:IOS:Specials for info
C2600 platform with 65536 Kbytes of main memory

program load complete, entry point: 0×80008000, size: 0×995ec8
Self decompressing the image : ################################
##################################################################
##################################################################
######################## [OK]

……………………….

Cisco Internetwork Operating System Software
IOS ™ C2600 Software (C2600−IS−M), Version 12.2(10a), RELEASE SOFTWARE (fc1)

Copyright (c) 1986−2002 by cisco Systems, Inc.
Compiled Tue 21−May−02 14:16 by pwade
Image text−base: 0×80008088, data−base: 0×810ABB08

cisco 2620 (MPC860) processor (revision 0×100) with 61440K/4096K bytes of memory.
Processor board ID JAB03110MUB (3691217154)
M860 processor: part number 0, mask 49
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
1 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Voice FXS interface(s)
32K bytes of non−volatile configuration memory.
16384K bytes of processor board System flash (Read/Write)

Press RETURN to get started!

…………………….

Menggunakan perintah tftpdnld

Catatan : Perintah tftpdnld hanya terdapat pada router Cisco seri 2600.

Pastikan anda sudah menghubungkan PC yang terinstall TFTP-Server (berisi file IOS) menggunakan kabel ethernet (RJ.45) ke port Ethernet 0 pada router Cisco.

Perintah tftpdnld pada router Cisco dapat digunakan untuk mendownload Cisco IOS software image dari “remote server” ke dalam memory flash dengan aplikasi TFTP-Server.

tftpdnld—Perintah untuk mulai meng-copy dari TFTP-server.

Berikut adalah variabel yang diperlukan:

* IP_ADDRESS—Alamat IP dari router yang anda gunakan (alamat IP ethernet 0).
* IP_SUBNET_MASK—Subnet mask untuk alamat IP router anda.
* DEFAULT_GATEWAY—Default gateway untuk router anda.
* TFTP_SERVER—Alamat IP dari TFTP-Server, tempat menyimpan IOS yang akan anda download ke router.
* TFTP_FILE—Nama file yang ingin anda download.

Variabel berikut adalah optional:

* TFTP_VERBOSE—Print setting. 0=quiet, 1=progress, 2=verbose. The default is 1.
* TFTP_RETRY_COUNT—Retry count for ARP and TFTP. The default is 7.
* TFTP_TIMEOUT—Overall timeout of the download operation in seconds. The default is 2400 seconds.
* TFTP_CHECKSUM—Performs a checksum test on the image. 0=no, 1=yes. The default is 1.

Syntax untuk mendefinisikan variable adalah sebagai berikut:
VARIABLE_NAME=value

Setelah konfigurasi selesai, anda harus mengulangi lagi perintah tftpdnld. Sebagai contoh:

rommon 1 > tftpdnld
rommon 2 > IP_ADDRESS=172.15.19.11
rommon 3 > IP_SUBNET_MASK=255.255.255.0
rommon 4 > DEFAULT_GATEWAY=172.15.19.1
rommon 5 > TFTP_SERVER=172.15.20.10
rommon 6 > TFTP_FILE=/tftpboot/c2600-i-mz
rommon 7 > TFTP_VERBOSE=1
rommon 8 > tftpdnld

IP_ADDRESS=172.15.19.11
IP_SUBNET_MASK=255.255.255.0
DEFAULT_GATEWAY=172.15.19.1
TFTP_SERVER=172.15.20.10
TFTP_FILE=/tftpboot/2600-i-mz
TFTP_VERBOSE=1

Invoke this command for disaster recovery only.
WARNING: all existing data in flash will be lost!
Do you wish to continue? y/n: [n]:

Enter y untuk memulai download Cisco IOS software image. Ketika proses sudah komplit/selesai, mode ROMmon akan tampil kembali di layar anda.

Langkah terakhir adalah melakukan “reset” agar Router segera membaca IOS yang baru didownload.

rommon 9 >reset

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

pRoseS rOutinG :  

Rabu, 26 November 2008

Proses Routing IP

Proses routing IP sebenarnya cukup sederhana dan tidak berubah terhadap ukuran network yang anda miliki. Sebagai contoh, kita akan menggunakan gambar berikut untuk menjelaskan langkah demi langkah tentang apa yang terjadi jika host A ingin berkomunikasi dengan host B di sebuah network yang berbeda.

Host A -------------------- Lab A ------------------------ Host B

# (172.16.20.1)

(172.16.10.2
(172.16.20.2)



Pada contoh ini, seorang user di Host A melakukan ping ke alamat IP Host B. Routing tidak lebih sederhana dari ini, tetapi masih sendiri dari banyak langkah. Mari kita membahas langkah-langkah tersebut :

1. Internet Control Message Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload (data) pemintaan echo (di mana isinya hanya abjad di field data).

2. ICMP menyerahkan payload tersebut ke Internet Protocol (IP), yang lalu menciptakansebuah paket. Paling sedikit, paket ini berisi sebuah alamat asal IP, sebuah alamat tujuan IP, dan sebuah field protocol dengan nilai 01h (ingat bahwa Cisco suka menggunakan 0x di depan karakter heksadesimal , jadi di router mungkin terlihat seperti 0x01). Semua itu memberitahukan kepada host penerima tentang kepada siapa host penerima harus menyerahkan payload ketika network tujuan telah dicapai – pada contoh ini host menyerahkan payload kepada protocol ICMP.

3. Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP tujuan ada di network local atau network remote.

4. Karena IP menentukan bahwa ini adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke default gateway agar paket dapat di route ke network remote. Registry di Windows dibaca untuk mencari default gateway yang telah di konfigurasi.

5. Default gateway dari host 172.16.10.2 (Host A) dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 172.16.10.1 tersebut) Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer data link,lalu dienkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 172.16.10.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN local. Penting untuk memahami bahwa Host A, agar dapat berkomunikasi dengan Host B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC (alamat hardware) dari default gateway di network local.

6. Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP dari default gateway sudah pernah di resolved (diterjemahkan) ke sebuah alamat hardware:

* Jika sudah, paket akan diserahkan ke layer data link untuk dijadikan frame (alamat hardaware dari host tujuan diserahkan bersama tersebut).

* Jika alamat hardware tidak tersedia di cache ARP dari host, sebuah broadcast ARP akan dikirimkan ke network local untuk mencari alamat hardware dari 172.16.10.1. Router melakukan respon pada permintaan tersebut dan menyerahkan alamat hardware dari Ethernet 0, dan host akan menyimpan (cache) alamat ini. Router juga akan melakukan cache alamat hardware dari host A di cache ARP nya.

7. Setelah paket dan alamat hardware tujuan diserahkan ke layer data link, maka driver LAN akan digunakan untuk menyediakan akses media melalui jenis LAN yang digunakan (pada contoh ini adalah Ethernet). Sebuah frame dibuat, dienkapsulasi dengan informasi pengendali. Di dalam frame ini alamat hardware dari host asal dan tujuan, dalam kasus ini juga ditambah dengan field EtherType yang menggambarkan protocol layer network apa yang menyerahkan paket tersebut ke layer data link- dalam kasus ini, protocol itu adalah IP. Pada akhir dari frame itu terdapat sebuah field bernama Frame Check Sequence (FCS) yang menjadi tempat penyimpanan dari hasil perhitungan Cyclic Redundancy Check (CRC).

8. Setelah frame selesai dibuat, frame tersebut diserahkan ke layer Physical untuk ditempatkan di media fisik ( pada contoh ini adalah kabel twisted-pair )dalam bentuk bit-bit, yang dikirim saru per satu.

9. Semua alat di collision domain menerima bit-bit ini dan membuat frame dari bit-bit ini. Mereka masing-masing melakukan CRC dan mengecek jawaban di field FCS. Jika jawabannya tidak cocok, frame akan dibuang.

* Jika CRC cocok, maka alamat hardware tujuan akan di cek untuk melihat apakah alamat tersebut cocok juga (pada contoh ini, dicek apakah cocok dengan interface Ethernet 0 dari router).

* Jika alamat hardware cocok, maka field Ether-Type dicek untuk mencari protocol yang digunakan di layer Network.

10. Paket ditarik dari frame, dan apa yang tertinggal di frame akan dibuang. Paket lalu diserahkan ke protocol yang tercatat di field Ether-Type—pada contoh ini adalah IP.

11. IP menerima paket dan mengecek alamat tujuan IP. Karena alamat tujuan dari paket tidak sesuai dengan semua alamat yang dikonfigurasi di router penerima itu sendiri, maka router penerima akan melihat pada alamat IP network tujuan di routing tablenya.

12. Routing table harus memiliki sebuah entri di network 172.16.20.0, jika tidak paket akan dibuang dengan segera dan sebuah pesan ICMP akan dikirimkan kembali ke alamat pengirim dengan sebuah pesan “destination network unreachable” (network tujuan tidak tercapai)

13. Jika router menemukan sebuah entri untuk network tujuan di tabelnya, paket akan dialihkan ke interface keluar (exit interface)—pada contoh, interface keluar ini adalah interface Ethernet 1.

14. Router akan melakuakan pengalihan paket ke buffer Ethernet 1.

15. Buffer Ethernet 1 perlu mengetahui alamat hardware dari host tujuan dan pertama kali ia akan mengecek cache ARP-nya.

* Jika alamat hardware dari Host B sudah ditemukan, paket dan alamat hardware tersebut akan diserahkan ke layer data link untuk dibuat menjadi frame.

* Jika alamat hardware tidak pernah diterjemahkan atau di resolved oleh ARP (sehingga tidak dicatat di cache ARP), router akan mengirimkan sebuah permintaan ARP keluar dari interface E1 untuk alamat hardware 172.16.20.2.

Host B melakukan respon dengan alamat hardwarenya, dan paket beserta alamat hardware tujuan akan dikirimkan ke layer data link untuk dijadikan frame.

16. Layer data link membuat sebuah frame dengan alamat hardware tujuan dan asal , field Ether-Type, dan field FCS di akhir dari frame. Frame diserahkan ke layer Physical untuk dikirimkan keluar pada medium fisik dalam bentuk bit yang dikirimkan satu per satu.

17. Host B menerima frame dan segera melakuakan CRC. Jika hasil CRC sesuai dengan apa yang ada di field FCS, maka alamat hardware tujuan akan dicek. Jika alamat host juga cocok, field Ether-Type akan di cek untuk menentukan protocol yang akan diserahi paket tersebut di layer Network—Pada contoh ini, protocol tersebut adalah IP.


Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Routing Protocol  

Selasa, 25 November 2008

Routing Overview

Routing terbagi atas tiga macam:

* Static route. Pada Static route, entri-entri pada routing table diisikan secara manual. Jika menggunakan router pc yang running Windows, perintahnya adalah:

route add mask

Static route hanya dipakai untuk jaringan kecil, penggunaan static route memiliki kelebihan di antaranya tidak mengkonsumsi resource cpu router (karena keputusan routing hanyalah berlandaskan pada isi dari routing table), tidak memerlukan bandwidth jaringan yang besar, mengingat router tidak mengirimkan paket broadcast/multicast ke router tetangganya. Hanya saja karena pengisian entri routing tablenya dilakukan manual, rawan akan human-error pada saat mengetikkan entri-entrinya.

* Dynamic route. Pada dynamic route, entri-entri pada routing table di router dibangun sendiri oleh router-router yang berpartisipasi dalam network tertentu yang menggunakan routing protocol yang sama. Cara ini dipakai jika jaringan kita lumayan memiliki banyak subnetwork, dimana jika digunakan cara static route tidak efisien bagi administrator jaringan dalam melakukan konfigurasi dan maintenance router.
* Default route. Default route ini pada dasarnya merupakan static route yang memiliki alamat unik, yaitu alamat yang mewakili seluruh jaringan. Secara umum alamat ini adalah 0.0.0.0 dengan subnet mask 255.255.255.255.

Routing Protocol adalah protocol yang digunakan dalam dynamic routing. Secara umum, dynamic routing protocol terbagi atas tiga kategori:

1. Distance Vector. Distance vector berarti bahwa routing protocol ini dalam menetapkan jalur terbaik (the best path) hanya melibatkan jumlah hop saja (hop count) untuk me-route paket data dari satu alamat network ke alamat network tujuan. Routing protocol ini tidak bisa menganalisis bandwidth. Yang tergolong kategori ini antara lain RIPv1, RIPv2, dan IGRP (Interior Gateway Routing Protocol). Secara umum, yang tergolong dalam kategori ini adalah routing protocol klasik.
2. Link-state. Link-state merupakan routing protocol yang lebih modern dibanding distance vector. Routing protocol ini selain melibatkan hop count juga melibatkan kapasitas bandwidth jaringan, serta parameter-parameter lain dalam menentukan the best path-nya dalam aktivitas routing. Contohnya adalah Open Shortest Path First (OSPF).
3. Hybrid. Kategori ini hadir setelah Cisco System membuat routing protocol EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) yang merupakan pengembangan dari IGRP klasik yang bersifat open standar. EIGRP cisco ini bersifat proprietary, hanya akan berfungsi optimal jika seluruh device router yang digunakan bermerk cisco. Kategori ini diklaim memiliki kelebihan yang ada baik pada Distance Vector dan juga Link-State.

Batasan kajian pada artikel ini hanyalah pada dynamic route saja, itupun hanya membahas Routing Information Protocol (RIP) saja.
Routing Protocol RIP Overview

RIP merupakan distance vector routing protocol dengan karakteristik sebagai berikut:

* Menggunakan Protocol UDP port 520.
* Classless protocol (support for CIDR). Info ttg CIDR bisa dilihat di sini
* Supports VLSMs.
* Metric merupakan router hop count.
* Maximum hop count adalah 15; infinite (unreachable) routes memiliki metric of 16.
* Periodic route updates sent every 30 seconds to multicast address 224.0.0.9.
* 25 routes per RIP message (24 if you use authentication).
* Supports authentication.
* Implements split horizon with poison reverse.
* Implements triggered updates.
* Subnet mask included in route entry.
* Administrative distance for RIPv2 is 120.
* Used in small, flat networks or at the edge of larger networks.

Router -router pada jaringan RIP membangun routing tablenya berdasarkan pertukaran informasi melalui pengiriman paket update pada tiap selang waktu tertentu (periodic update). Hasil dari pertukaran informasi ini oleh tiap-tiap router dilakukan kalkulasi untuk menetapkan jalur terbaik (the best path) dari suatu alamat network yang mengirimkan paket data ke network tujuan.

Definisi beberapa terminologi penting:

* Periodic Update : selang waktu paket update yang dikirim secara broadcast oleh suatu router ke router tetangganya.
* Default Invalid Timer: lamanya waktu sejak suatu router tidak pernah mengirimkan paket update hingga dinyatakan invalid dalam routing table di router tetangganya. Namun informasinya belum dihapus.
* Holddown Timer : Adalah lamanya waktu dimana informasi yang invalid masih disimpan oleh suatu router hingga suatu router dinyatakan valid kembali.
* Flush Timer : Waktu yang diperlukan ketika suatu router menghapus informasi tentang router tetangganya dari routing tablenya sejak dinyatakan invalid.

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

PROTOCOL RIP  

RIP merupakan Interior Gateway Protocol yang didefinisikan dalam RFC ( Request For Comments ) 1058, adalah routing protocol yang paling diterima secara luas. Pada mulanya RIP adalah program routed UNIX daemon, yang mana didesain di U.C Barkeley Untuk menyediakan routing yang konsisten dan Penyampaian informasi diantara mesin - mesin pada Local Area Network. RIP menjadi populer bukan karena kehandalannya, tapi mungkin dikarenakan U.C Barkeley mendistribusikannya bersama dengan sistem 4. BSD UNIX mereka yang populer. Karena itu kemudian banyak situs internet mengadopsi dan memakai RIP tanpa mempertimbangkan kehandalan dan keterbatasannya. Sekali diimplementasikan dan berjalan, RIP menjadi basis untuk lokal routing.

RIP mem-broadcast seluruh update routing tabelnya secara periodik ( defaultnya setiap 30 detik ), dalam mencapai network tujuannya RIP mencatat setiap network ( router ) yang dilalui sebagai hop. RIP dikenal juga sebagai distance-vector routing algorithm yang berarti menggunakan distance ( jarak ) sebagai cost ( digunakan dalam metric routing protocol untuk menentukan jalur terbaik menuju network tujuan ) dan vector ( arah ) untuk mencapai network tujuan. Vector hanya menunjukkan arah pada router yang ” bertetangga”, tidak seluruh jalur network yang ada .

RIP akan bekerja baik hanya pada


network berskala kecil, stabil dan berkecepatan tinggi. Karena metric yang dipakai hanya mengandalkan jarak, jarak terpendeklah yang akan dipakai sebagai jalur route, tidak ada parameter lain seperti speed link ataupun delay dari interface suatu perangkat ( router ). RIP akan memilih route dengan jarak ke tujuannya adalah 3 hop dengan kecepatan 56Kbps daripada route dengan jarak ke tujuannya adalah 4 hop dengan kecepatan 512Kbps. Selain itu, karena RIP mem-broadcast seluruh routing tabelnya secara periodik hanya kepada network yang “bertetangga” langsung, ini menyebabkan lambatnya informasi routing tabel yang telah diupdate sampai kepada network yang tidak bertetangga langsung ( network yang sudah melalui banyak hop ) sehingga nilainya sudah tidak lagi valid.

Karena dinilai lambat dalam pengumpulan informasi update routing tabel dalam topologi jaringan ( Network Convergence ), hop dalam RIP dibatasi hanya sampai 15, selain itu RIP juga sangat rawan akan terjadinya routing loop. Untuk menangani kekurangannya, maka RIP memberlakukan hal - hal berikut :

Route Poisoning : Digunakan untuk mengindikasikan pada router - router lain ( “tanda diracuni” ) bahwa sebuah router sudah tidak terjangkau ( lebih dari 15 hop ) dan harus dihapus dari routing tabel mereka.

Split Horizon : Interface router tidak akan mengirimkan informasi update routing tabel kepada interface router yang telah mengirimkan update routing tabel yang sama. Artinya, tidak beguna memberikan informasi kepada pemberi informasi.

Hold Down Timer : Metode yang digunakan untuk mengantisipasi keadaan network yang tidak stabil, yang disebabkan oleh penyebaran informasi update routing tabel yang belum tentu kevalidan nilainya. Dengan kata lain, hold down akan menjaga sebuah router dalam mengumumkan perubahan routing tabelnya sampai kondisi network stabil dan sebuah interface benar - benar sudah mendapatkan route terbaik. Untuk menunggu keadaan network stabil, dibutuhkan parameter waktu yang bisa di-set.Ketika router mendeteksi perubahan network, hold down timer dimulai, router akan menunggu kestabilan network berdasarkan hold down timer yang telah ditentukan. Ketika waktu yang ditentukan telah habis, router baru menginformasikan update routing tabelnya.

RIP tidak bisa membaca subnet dalam pengalamatannya, RIP hanya bisa membaca Classfull address, artinya dia hanya mengerti pengalamatan berdasarkan kelas address dengan subnetmask default.

- Kelas A ( 0 - 126 ) subnet mask 255.0.0.0

- KelasB ( 128 - 191 ) subnet mask 255.255.0.0

- Kelas C ( 192 - 223 ) subnet mask 255.255.255.0

RIP tidak dilengkapi perbekalan untuk bertukar informasi subnet antar router, network kita dan network tujuan sebaiknya memliki subnet mask yang sama agar RIP dapat mengirimkan paket IP di seluruh network kita, jika tidak RIP akan kesulitan untuk menentukan yang mana alamat network dan yang mana alamat host karena RIP tidak mampu secara dinamis mengupdate atau merubah subnet mask.
sumber: google

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Quagga Routing Debian  

Senin, 24 November 2008

Untuk menggunakan Quagga,yang diperlukan adalah install software-nya dengan :
#apt-get update # jika belum update
#apt-get install quagga

Kemudian konfigurasi akan berada pada /etc/quagga, dan edit file debian.conf dan daemons.conf.

1. enable kan daemon zebra dulu dan buat file konfigurasi kosong:

zebra=yes
bgpd=no
ospfd=no
ospf6d=no
ripd=no
ripngd=no
isisd=no

buat file kosong dan memberikan password dengan perintah :
#touch /etc/quagga/zebra.conf
#echo "password password" > /etc/quagga/zebra.conf

2. restart quagga dengan /etc/init.d/quagga restart, cek proses dengan: ps ax pastikan deamon zebra ada.

3. lakukan konfigurasi interface eth0, lo sit dll dengan zebra :

#telnet localhost zebra
masukan password

Perinta konfigurasi quagga mirip dengan perintah konfigurasi Cisco IOS kalau Anda sudah familiar dengan Cisco. Kebetulan saya dikantor ada beberapa Cisco Catalyst mulai dari 2950, 2960, 2970 dan Cisco router 3825 jadi udah biasa :) .

sudah masuk ke quagga mari kita konfigurasi interface :
1. masuk ke terminal konfigurasi
#ena (enable konfigurasi)
#conf t # kalau lupa pake ? sebagai help-nya.
#hostname aing (nama hostname)
#password ena maneh (enable password)
#int eth0
#link-detect (kalau jalan atau nggak koneksi)
# ip addr 192.168.75.1/24 (set alamat ip)
#end
#write
#sh run (untuk melihat konfigurasi)

Baik, Anda sudah bisa mengkonfigurasi interface dengan zebra, jadi mengganti konfigurasi dengan perintah

#ifconfig eth0 192.168.75.1 netmask 255.255.255.0

2. Routing Statis
#conf t
#ip route 10.0.0.0/8 192.168.75.254 ( route ke 10.0.0.0/8 gateway 192.168.75.254

Oke ada bisa melakukan routing statik dengan zebra, mengganti perintah
#route add -net 10.0.0.0/8 gw 192.168.75.254

Selanjutnya karena quagga merupakan routing daemon dengan OSPF, RIP, BGP dll maka saatnya melakukan routing dinamis. Contoh sederhana akan menggunakan OSPF untuk routing pada INHERENT kami. Kami mendapatkan IP address inherent 167.205.132.27/29 (lupa lagi prefik networknya) dan alamat IP publik kami adalah 222.124.204.192/27 (telkom astinet nih). Kemudian local node terdekat adalah ITB mengalokasikan kami pada OSPF area 10.

Konfigurasinya :
1. Nyalakan daemon OSPF /etc/quagga/daemons.conf

zebra=yes
bgpd=no
ospfd=yes
ospf6d=no
ripd=no
ripngd=no
isisd=no

2. konfigurasi ospf
#telnet localhost ospf
set password dan hostname, sama spt di atas
#conf t
#router ospf
#network 167.205.132.0 area 10 (nanti di cek lagi perintahnya)
#redistribute connected (lupa lagi perintahnya)


terima kasih, sekian posting saya.
Dikutip dari http://www.diditdr.net/search/label/Zebra

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Squid Router:  

Diposkan oleh kanCiL

Proxy Squid adalah proxy server yang paling stabil dan paling umum digunakan untuk sistem operasi Linux. Instalasi dan setting squid tidak sesulit yang anda bayangkan, dalam hal ini saya akan berusaha untuk menunjukkan caranya.

Dalam hal ini saya menggunakan squid-2.3.STABLE1-5.1386.rpm, anda dapat mencarinya di google

Setelah anda mendapatkan file tersebut, perintah untuk menginstalnya adalah sebagai berikut:

bash# rpm -ivh squid-2.3.STABLE1-5.i386.rpm

perlu diperhatikan, tulisan bash# itu adalah prompt dari shell yang dipakai, jadi anda tidak perlu menuliskannya lagi dalam perintah anda.
Setelah instalasi selesai dan tidak terdapat kesalahan, langkah berikutnya adalah mengatur konfigurasi squid, bukalah file /etc/squid.conf dengan editor teks favorit anda (vi, pico, dll), file ini merupakan file konfigurasi squid.

Carilah baris yang berisi perintah berikut :

#http_port 3128

Perintah ini akan membuat proxy HTTP menggunakan port 3128 yang merupakan port default untuk squid. Aktifkan dengan menghilangkan tanda #. Anda dapat membuat nilai port HTTP proxy ini sesuai dengan selera anda, tetapi jangan arahkan ke port 80, terutama jika anda juga menjalankan Web Server, karena Web Server juga memakai port tersebut.

Langkah berikutnya, carilah baris perintah berikut :

#cache_mem 8 MB

Perintah tersebut digunakan untuk membatasi banyaknya memori komputer yang akan digunakan squid untuk menyimpan sementara obyek-obyek yang di cache. Batasan ini tidak ketat, suatu waktu jika squid membutuhkan memori lebih, dia dapat menggandakan memori yang dipakainya. Aktifkan baris ini dan ubahlah ukuran cache ini menjadi sebanyak yang anda inginkan, yang harus anda pertimbangkan adalah banyaknya memori yang dimiliki oleh komputer anda.

Berikutnya, carilah baris yang berisi perintah berikut :

# LOGFILE PATHNAMES & CACHE DIRECTORIES
# ————————————-

Setting berikut ini digunakan untuk mendefinisikan alokasi penyimpanan web cache kita. Setting yang pertama adalah :

#cache_dir /var/squid/cache 100 16 256

Nilai yang ada diatas adalah nilai default squid, jika anda ingin merubahnya maka aktifkan perintah ini.

Parameter pertama /var/squid/cache adalah nama direktori tempat kita akan menyimpan file-file cache. Anda dapat mengubah parameter ini ke direktori manapun, tetapi yang harus diperhatikan squid tidak akan menciptakan direktori baru, jadi bila parameter ini akan diubah, pastikan direktori tujuannya sudah ada dan squid mempunyai hak akses untukmenulis pada direktori tersebut.

Parameter selanjutnya, yang bernilai 100 adalah banyaknya ruang pada hard disk (dengan satuan Mega Byte) yang akan digunakan squid untuk menyimpan file-file cache nya. Ubahlah sesuai dengan kebutuhan anda.

Parameter selanjutnya, disebut dengan Level-1, adalah banyaknya direktori yang akan dibuat oleh squid dalam direktori cache nya. Sebaiknya penulis menyarankan untuk tidak mengubah parameter ini.

Parameter terakhir, yang disebut dengan Level-2, adalah banyaknya direktori level kedua, yaitu direktori yang dibuat di dalam tiap direktori level pertama diatas.

Langkah berikutnya, carilah perintah berikut :

# ACCESS CONTROLS
# ——————–

Baris perintah berikut ini digunakan untuk mendefinisikan daftar hak akses dalam jaringan anda, squid menyebutnya dengan Access Control Lists (ACL). Anda dapat mendefinisikan beberapa ACL disini. Dalam bagian access controls ini, carilah baris perintah berikut :

#Default configuration:
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
#
# INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCESS FROM YOUR
# CLIENTS
#
http_access deny all

Yang perlu anda lakukan disini adalah mendefinisikan ACL kita sendiri, kita non aktifkan perintah terakhir dan tambahkan satu baris perintah berikut :

http_access allow all

Sehingga akan menjadi seperti ini :

#
# INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCESS FROM YOUR
# CLIENTS
#
# http_access deny all
http_access allow all

sampai disini squid anda sudah selesai di setting, langkah berikutnya adalah untuk memastikan bahwa squid berjalan setiap kali kita jalankan Linux.

Jika anda menggunakan Red Hat Linux, anda harus login sebagai root, kemudian jalankan perintah setup. Dari situ masuklah ke menu System Service dan aktifkan pilihan squid.
Jika anda menggunakan SuSe, jalankan YaST dan masuklah menu System Administration kemudian pilih Change Config File dan carilah kata-kata START SQUID ubahlah nilainya dari NO ke YES.

Dengan demikian maka tiap kali anda masuk ke Linux, squid secara otomatis akan dijalankan.
Sebelum squid dapat berjalan, anda harus menciptakan direktori swap. Lakukanlah dengan menjalankan perintah :

/usr/sbin/squid -z

Perintah ini hanya perlu dijalankan satu kali saja ketika squid pertama kali akan dijalankan pada komputer anda.

Untuk menjalankan squid tanpa merestart komputer, gunakan perintah :

bash# /etc/rc.d/init.d/squid start

Sampai disini anda sudah melakukan instalasi, setting dan mengaktifkan squid, hal terakhir yang harus dilakukan adalah mengarahkan browser milik komputer client ke port proxy server kita sesuai dengan yang kita pakai pada setting diatas. Mudah bukan?

Read More..
AddThis Social Bookmark Button

Design by Amanda @ Blogger Buster